Agrihood by iGrow.Asia, Bertanam Kapan Saja dan Dimana Saja

 


Bertani adalah pekerjaan yang fitrah, maka tidak mengherankan bila mayoritas cita-cita orang yang bekerja dari rakyat biasa sampai presiden ketika pensiun nanti ingin bertani. Masalahnya adalah mengapa harus menunggu pensiun kalau bertani itu bisa anda lakukan sekarang juga, bahkan dilingkungan anda tinggal atau tempat bekerja anda.

Konsep bertani yang sekarang bahkan menjadi lifestyle baru di sejumlah negara maju adalah apa yang disebut Agrihood yaitu kombinasi dari kata agriculture in neighborhood, maksudnya adalah bertani dengan berbagai skala dari yang sifatnya hobi, lifestyle sampai komersial skill tetapi tidak perlu jauh-jauh dari tempat tinggal kita atau tempat kerja kita dan tidak perlu menunggu masa pensiun.

(more…)

Read More

Ketahanan Pangan Urusan Siapa ?

Meskipun terus mengalami kemajuan dari pemerintahan berikutnya, hingga saat ini ketahanan pangan Indonesia masih tergolong rendah paling tidak menurut Global Food Security Index. Indonesia berada di rangking 65 dengan skor 54,8.

 

 

Dengan pencapaian tersebut sesungguhnya masih banyak ruang yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki ketahanan pangan kita karena segala sumberdaya yang diperlukan untuk ini sesungguhnya tersedia di negeri ini.

Sebagaimana kita ketahui, ketahanan pangan suatu negara diukur melalui 3 parameter yaitu ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan serta kualitas dan keamanan pangan, di ketiganya mestinya bisa kita perbaiki.

 

(more…)

Read More

Membangun Pendekatan dan Ikatan yang Baik dengan Masyarakat

Ketika kita bahas tentang masalah pengembangan usaha pertanian maupun peternakan di masyarakat, maka akan muncul beberapa isu. Isu yang cukup sering terjadi ialah ketidakmampuan pemilik lahan/usaha untuk bisa melakukan pendekatan dan membentuk ikatan yang baik ke masyarakat setempat.

Contohnya di iGrow kita senantiasa mengarahkan agar para mitra operator kami senantiasa memberdayakan masyarakat setempat melalui penanaman yang kami inisiasi. Yang dalam jangka panjangnya bisa menciptakan ikatan yang baik dan saling menguntungkan dengan masyarakat setempat.

Namun, mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam usaha kami ternyata banyak juga tantangannya. Ini adalah salah satu cerita tentang mitra operator iGrow yang ada di daerah Cikeusik, Banten dalam merangkul masyarakat setempat.

(more…)

Read More

Lada Putih Muntok, Dulu Lebih Bernilai Dari Emas

Potret Lada Putih Muntok di Gudang Lada Mitra iGrow

 

Pekan pertama Februari 2019 ini tim iGrow berkunjung ke tempat pengolahan lada salah satu mitra kami. Mitra kami ini memberdayakan petani-petani lada di Bangka yang saat ini kian hari kian berkurang dengan cara menaikkan valuenya ke kelas premium dan menjualnya ke Belanda.
Mereka memberdayakan lebih dari 600 petani dengan lahan garapan sekitar 300 hektar di Bangka.

 

(more…)

Read More

Dari World Future Energy Untuk Desa Kita

Hari ini di tengah acara World Future Energy Summit di Abu Dhabi, kami dari iGrow, FinTech pemberdayaan petani dari Indonesia menanda tangani MOU dengan eCovis Ltd. Sebuah perusahaan efisiensi energy berbasis di Abu Dhabi. Penanda tanganan yang juga disaksikan oleh perwakilan BKPM Indonesia ini, ditujukan untuk memajukan desa-desa tertinggal dan sangat tertinggal di Indonesia yang jumlahnya hingga kini masih 60% dari jumlah desa yang ada. Bagaimana cara kerjanya ?

  (more…)

Read More

Live in Future

Beberapa hari berada dan bergaul dengan begitu banyak innovator di dunia energy masa depan dalam arena World Future Energy Summit, saya berusaha merangkai seperti apa kiranya dunia masa depan dengan segala temuan –temuan tersebut. Ini menjadi semacam cerita science fiction yang sudah bukan lagi fiction karena semua technology-nya sudah ada. Faktor pemungkinnya atau enabling factor-nya pun sudah ada, maka chance untuk diterapkannya technology-technology tersebut menjadi sangat besar. Maka inilah Live in Future yang saya bayangkan.

  (more…)

Read More

Career 2.0 Start Earlier

Ada paradox di dunia pekerjaan dan karir, sangat sedikit fresh graduate yang mau terjun ke dunia pertanian – termasuk sarjana pertanian sekalipun. Tetapi ketika orang sampai di puncak kesuksesannya, menjadi presiden sekalipun – bila ditanya mau apa setelah pensiun – mayoritasnya pingin jadi petani ! Karena petani hanya menjadi pekerjaan klangenan – lifestyle, maka sangat sedikit petani pasca pensiun yang sukses – lha wong bertani se-umur-umur saja susah untuk sukses, apalagi hanya menjadi klangenan.

  (more…)

Read More

Peluang Di Circular Economy

Dua abad terakhir perekonomian dunia tumbuh sangat pesat, namun juga diiringi oleh pengurasan sumber daya alam dengan laju yang kurang lebih sama. Dampaknya dunia bukan hanya akan kehabisan resources untuk generasi mendatang, yang seharusnya renewable seperti udara dan air-pun ikut rusak. Linear economy yang mendominasi dunia saat ini harus segera diakhiri karena membahayakan sustainability dunia itu sendiri, lantas apa penggantinya ?

  (more…)

Read More

Food 2.0

Hampir tiga tahun lalu saya menulis In Search of New Food yang antara lain mengidentifikasi sukun (bread fruit) dan kelor (moringa) sebagai alternative bahan pangan kedepan. Bread fruit akhirnya bener-bener kita tanam dalam skala komersial sebagai bagian dari program iGrow My Own Food. Namun penanaman bahan-bahan pangan baru ini umumnya dilakukan oleh petani dalam skala besar atau bahkan di negeri maju dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. Bagaimana kalau masyarakat kebanyakan yang hidup di kota – urban people – kita libatkan dalam pencarian bahan pangan baru ini?

  (more…)

Read More

Congregation Economy

Bulan September dua puluh tahun lalu Google baru didaftarkan namanya, Facebook lahir sekitar lima tahun kemudian sedangkan Uber dan Airbnb baru menyusul lebih dari sepuluh tahun kemudian. Kita lihat sekarang, mereka memimpin peradaban teknologi dunia di bidangnya masing-masing – dan saling terkait satu sama lain. Apa yang menghubungkannya ? Selain permodalan, semuanya besar dengan platform teknologi yang sama – yaitu internet. Apa yang akan terjadi dalam dua puluh tahun mendatang ?

  (more…)

Read More