Dari World Future Energy Untuk Desa Kita

Hari ini di tengah acara World Future Energy Summit di Abu Dhabi, kami dari iGrow, FinTech pemberdayaan petani dari Indonesia menanda tangani MOU dengan eCovis Ltd. Sebuah perusahaan efisiensi energy berbasis di Abu Dhabi. Penanda tanganan yang juga disaksikan oleh perwakilan BKPM Indonesia ini, ditujukan untuk memajukan desa-desa tertinggal dan sangat tertinggal di Indonesia yang jumlahnya hingga kini masih 60% dari jumlah desa yang ada. Bagaimana cara kerjanya ?

  (more…)

Read More

Live in Future

Beberapa hari berada dan bergaul dengan begitu banyak innovator di dunia energy masa depan dalam arena World Future Energy Summit, saya berusaha merangkai seperti apa kiranya dunia masa depan dengan segala temuan –temuan tersebut. Ini menjadi semacam cerita science fiction yang sudah bukan lagi fiction karena semua technology-nya sudah ada. Faktor pemungkinnya atau enabling factor-nya pun sudah ada, maka chance untuk diterapkannya technology-technology tersebut menjadi sangat besar. Maka inilah Live in Future yang saya bayangkan.

  (more…)

Read More

Career 2.0 Start Earlier

Ada paradox di dunia pekerjaan dan karir, sangat sedikit fresh graduate yang mau terjun ke dunia pertanian – termasuk sarjana pertanian sekalipun. Tetapi ketika orang sampai di puncak kesuksesannya, menjadi presiden sekalipun – bila ditanya mau apa setelah pensiun – mayoritasnya pingin jadi petani ! Karena petani hanya menjadi pekerjaan klangenan – lifestyle, maka sangat sedikit petani pasca pensiun yang sukses – lha wong bertani se-umur-umur saja susah untuk sukses, apalagi hanya menjadi klangenan.

  (more…)

Read More

Kebangkitan Cengkeh

Dahulu bangsa barat menempuh perjalanan yang sangat jauh ke Nusantara dan kemudian menjajahnya karena melihat sesuatu yang sangat berharga di negeri ini, yaitu antara lain cengkeh dan lada. Ironinya ketika berabad-abad kemudian negeri ini merdeka, komoditi yang sangat berharga ini malah tidak menjadi andalan kita. Negara-negara Eropa kini memvisikan Bioeconomy 2030, sumber daya hayati akan kembali menjadi buruan mereka. Agar kita tidak kembali ‘terjajah’ secara ekonomi, maka sumber daya hayati itu harus kita sendiri yang menguasainya. Kita harus memimpin kebangkitan sumberdaya hayati ini, dan salah satu titik awalnya juga rempah-rempah, yaitu cengkeh !

  (more…)

Read More

SALTBIC : Salt Basic Industries

Bila Saudi Arabia memiliki SABIC (Saudia Arabia Basic Industries Corporation) yang memproduksi segala macam chemicals, polymers dan fertilizers untuk kebutuhan pasar export, itu karena mereka punya bahan bakunya yang melimpah – yaitu hasil samping ekstraksi minyak. Kita tidak memiliki minyak sebanyak mereka, tetapi kita memiliki sumber bahan baku  yang tidak kalah menariknya – yaitu garam laut. Garam ini sesungguhnya juga bisa menjadi bahan baku untuk industri dasar yang tiada habis-habisnya.

  (more…)

Read More