Lada Putih Muntok, Dulu Lebih Bernilai Dari Emas

Potret Lada Putih Muntok di Gudang Lada Mitra iGrow

 

Pekan pertama Februari 2019 ini tim iGrow berkunjung ke tempat pengolahan lada salah satu mitra kami. Mitra kami ini memberdayakan petani-petani lada di Bangka yang saat ini kian hari kian berkurang dengan cara menaikkan valuenya ke kelas premium dan menjualnya ke Belanda.
Mereka memberdayakan lebih dari 600 petani dengan lahan garapan sekitar 300 hektar di Bangka.

 

(more…)

Read More

Greenhouse, Alternatif Pertanian Masa Kini

 

Greenhouse Mitra iGrow di Pangalengan

 

Lembaga penelitian Alkatiga tahun 2018 pernah merilis penelitian tentang penyebab kenapa generasi muda makin enggan jadi petani.

 

Banyak di antara kita yang berpikir kalau generasi muda tidak mau masuk ke ranah pertanian karena ketinggalan jaman, gak keren, kotor, dan sebagainya. Tetapi sebenarnya, ada tantangan yang harus dihadapi anak muda untuk bertani. Kelompok muda ini terhambat mendapatkan akses lahan.

(more…)

Read More

Dari World Future Energy Untuk Desa Kita

Hari ini di tengah acara World Future Energy Summit di Abu Dhabi, kami dari iGrow, FinTech pemberdayaan petani dari Indonesia menanda tangani MOU dengan eCovis Ltd. Sebuah perusahaan efisiensi energy berbasis di Abu Dhabi. Penanda tanganan yang juga disaksikan oleh perwakilan BKPM Indonesia ini, ditujukan untuk memajukan desa-desa tertinggal dan sangat tertinggal di Indonesia yang jumlahnya hingga kini masih 60% dari jumlah desa yang ada. Bagaimana cara kerjanya ?

  (more…)

Read More

Career 2.0 Start Earlier

Ada paradox di dunia pekerjaan dan karir, sangat sedikit fresh graduate yang mau terjun ke dunia pertanian – termasuk sarjana pertanian sekalipun. Tetapi ketika orang sampai di puncak kesuksesannya, menjadi presiden sekalipun – bila ditanya mau apa setelah pensiun – mayoritasnya pingin jadi petani ! Karena petani hanya menjadi pekerjaan klangenan – lifestyle, maka sangat sedikit petani pasca pensiun yang sukses – lha wong bertani se-umur-umur saja susah untuk sukses, apalagi hanya menjadi klangenan.

  (more…)

Read More

Kebangkitan Cengkeh

Dahulu bangsa barat menempuh perjalanan yang sangat jauh ke Nusantara dan kemudian menjajahnya karena melihat sesuatu yang sangat berharga di negeri ini, yaitu antara lain cengkeh dan lada. Ironinya ketika berabad-abad kemudian negeri ini merdeka, komoditi yang sangat berharga ini malah tidak menjadi andalan kita. Negara-negara Eropa kini memvisikan Bioeconomy 2030, sumber daya hayati akan kembali menjadi buruan mereka. Agar kita tidak kembali ‘terjajah’ secara ekonomi, maka sumber daya hayati itu harus kita sendiri yang menguasainya. Kita harus memimpin kebangkitan sumberdaya hayati ini, dan salah satu titik awalnya juga rempah-rempah, yaitu cengkeh !

  (more…)

Read More