Kebun dan penyulingan Citronella di Jawa Barat

Gambar diatas merupakan wilayah kebun Cymbopogon nardus lebih dikenal dengan nama serai atau Sereh wangi atau citronella grass. Berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Banyak produk turunan dari tanaman ini salah satunya yaitu pengolahan menjadi Citronella Oil. CV Atar Aroma sedang melakukan budidaya dan penyulingan sereh yang dibiayai melalui platform iGrow di project pendanaan Citronella Oil Atar Aroma. Permintaan Citronella Oil ini semakin meningkat dari waktu ke waktu karena banyak dibutuhkan di berbagai industri seperti toiletries, parfum, cosmetics, pertanian, dan bahkan juga industri makanan dan minuman sehingga bisnis citronella permintaan cukup besar namun pemainnya masih sedikit.

Total luas lahan perkebunan sereh wangi yaitu 60 hektar dan lahan yang digunakan untuk kerjasama dengan iGrow seluas 40 hektar. Sekeliling area lahan dibangun tembok yang berbatasan dengan dua bangunan pondok pesantren dan aman dari segi pengawasan. Lahan yang digunakan merupakan lahan kerjasama CV Atar Aroma Atsiri dengan perusahaan Kalbe Farma. Selain budidaya, penggunaan lahan juga digunakan untuk kepentingan kantor portable dan pabrik produksi.

Ada 32 jenis sereh wangi yang ditanam di kebun. Sereh wangi termasuk jenis tanaman yang adaptif karena tidak terlalu membutuhkan banyak air. Siklus pertumbuhan tanaman tersebut juga cepat. Masa panen terjadi di umur 6 bulan sejak masa awal tanam. Setelah itu, siklus panen terjadi setiap 90 hari atau 3 bulan. Dalam satu hari panen bisa mencapai 4.8 ton dengan target rendemen 0,8%. Ketika panen musim kemarau beberapa waktu yang lalu bisa mencapai 1%.

Setelah panen, daun sereh wangi diangkut ke bagian produksi untuk dilakukan proses destilasi minyak. Proses produksi terbagi menjadi tiga tahapan, dimulai dengan memasukan air ke dalam ketel sebanyak 1/3 bagian dan sisanya memasukkan bahan utama (daun sereh wangi). Kapasitas maksimum tiap ketel sebesar 600 kg. Total dalam satu batch proses distilasi dapat menampung maksimum 2400 kg.

Pada proses steam distillation ketel ditutup rapat, bahan baku dan proses pembakaran dilakukan terpisah. Proses perebusan menggunakan kayu bakar. Saat direbus, uap akan masuk melalui saringan lubang kecil. Minyak akan ikut terbawa uap panas dan bergerak menuju ketel kondensator. Pada ketel kondensator terjadi perputaran aliran air untuk pertukaran suhu air panas dan dingin. Air yang panas akan keluar melalui pipa dan ditampung ke dalam kolam yang terbuat dari terpal. Sedangkan uap air yang lebih dingin dan minyak mengembun ditampung ke dalam tangki pemisah. Selama proses tersebut terjadi pemisahan karena terdapat perbedaan massa jenis air dan minyak. Dalam satu jam, tangki pemisah bisa menampung sebanyak 3 liter minyak. Produk industri hasil dari pengolahan berupa essential oil dan dijual melalui marketplace. Harga bervariasi tergantung jenis sereh wangi. Fungsinya pun berbeda-beda, antara lain untuk aromaterapi, mengusir serangga seperti nyamuk, kecantikan, dan lain-lain.

Sebagai langkah zero waste, limbah dari hasil distilasi diolah oleh operator sendiri. Limbah tersebut dikumpulkan menjadi satu, lalu dibakar untuk diambil abunya dan dicampur dengan kotoran hewan ternak untuk digunakan sebagai pupuk organik. Selain menjadi pupuk pemanfaatan ampas sereh wangi bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Kebun Citronella CV Atar Aroma tidak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan dan sosial petani, melainkan juga memberikan sumbangsih terhadap pendidikan. Diantaranya kunjungan dari berbagai kalangan, baik dari akademi sampai dengan pengusaha dan petani dari luar pulau Jawa. Hari Kamis, 16 Juli 2020 Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal beserta seluruh Kasubdit dan Tim melakukan kunjungan lapangan ke lokasi lahan budidaya Sereh Wangi. Kunjungan kemendes ingin melihat secara real project pembiayaan dan melihat potensi- potensi budidaya Citronella untuk mendapatkan akses pasar ekspor. 

Sumber: Site Visit Operation & Collection  iGrow Team

(Visited 26 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published.