Jenis – Jenis Porang dan Manfaatnya,

Hai Growers, sebelumnya iGrow telah membahas mengenai budidaya porang dari mitra petani iGrow yaitu, PT. Paidi Indo Porang. Nah, kali ini iGrow ingin menginformasikan tentang jenis-jenis tanaman porang beserta manfaatnya.

Tetapi tunggu dulu ya sebelum mengetahui jenis-jenis tanaman porang dan manfaatnya kita kenali lebih dalam lagi mengenai porang ya.

Info Seputar Porang.

Tanaman porang sendiri memiliki kurang lebih 80 Jenis yang tersebar diberbagai Negara, namun kali ini iGrow akan membahas 4 jenis tanaman porang yang cukup dikenali di Indonesia.

Tanaman porang sendiri merupakan jenis tanaman yang mengandung glukomanan pada bagian umbinya yang berbentuk tepung bersifat sebagai serat alami. Tanaman porang ini dapat tumbuh pada ketinggian 0 sampai 700 meter di atas permukaan laut.

Secara nilai ekonomisnya, umbi porang dengan berat 1kg dapat dijual mulai dari Rp 13.000/kg. Berbeda lagi jika porang yang dijual telah dikeringkan dapat mencapai harga Rp 50.000-70.000/kg. Selain itu, porang yang dijual dalam bentuk tepung dapat bernilai mulai dari Rp 200.000 – Rp 400.000 / kg. Akan tetapi, tidak semua jenis-jenis porang dapat dimanfaatkan sebagai tepung.

Berikut ini dia 4 Jenis Tanaman Porang dan Manfaatnya yang cukup  Dikenali di Indonesia.
1. Amorphophallus Variabilis (iles-iles)

Sumber: Theplaceboston.com

Tanaman jenis iles-iles putih ini memiliki ciri-ciri seperti berikut: daun kecil dengan ujung runcing, memiliki bintil pada bagian permukaan umbi, tidak ada katak atau bubil disetiap pertemuan cabang, bentuk bunga seperti terompet dan berwarna merah muda saat mekar, kulit batang dan serat umbi terasa halus.

Jenis porang iles-iles ini dapat dimanfaatkan untuk bidang industri dan kesehatan seperti untuk bahan kosmetik, bahan perekat, mampu menjernikan air dan masih banyak lagi.

2 Amorphophallus campanulatus forma hortensis (Suweg)

Sumber : nuansatani.com

Jenis tanaman porang suweg ini memiliki ciri-ciri yaitu, daunnya kecil, umbi yang memiliki bintil, bagian ujung daun lancip  berwarna hijau muda, tidak ada katak atau bubil disetiap pertemuan cabang, kulit pada batang terasa lebih kasar karena dipenuhi duri serta memiliki warna belang hijau putih. Tanaman Suweg ini dapat dimanfaatkan untuk mengatasi diabetes, menjaga fungsi otot tubuh, menyembuhkan jerawat atau bisul dan masih banyak lainnya.

Tanaman porang jenis Suweg ini tidak mengandung glukomanan, walaupun begitu suweg ini tetap dapat dimanfaatkan sebagai makanan dengan cara direbus.

3. Amorphophallus Campanulatus Forma Sylvestris (Walur)

Jenis tanaman walur ini memiliki banyak bintil pada umbi yang terasa kasar, bunga berbentuk segitiga, kulit batang yang kasar dengan warna ungu hijau bergaris putih, daun dengan ujung lancip dan tidak terdapat katak di setiap pertemuan cabang. Tanaman Walur sendiri memiliki kandungan oksalat yang dapat membuat iritasi atau gatal jika dikonsumsi.

4. Amorphophallus Muelleri (Porang)

Sumber: lifepal.co.id

Jenis prorang ini terbilang disukai di pasar ekspor karena jenis umbinya yang kaya akan glukomanan. Adapun jenis umbi ini memiliki ciri-ciri seperti berikut, daun lebar dengan ujung daun lancip, terdapat katak di setiap pertemuan cabang, kulit batang lebih halus, umbi porang tidak ada bintil dan berserat halus berwarna kuning.

Jenis umbi porang ini paling cocok untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuat tepung dan bahan perekat atau lem ramah lingkungan. Selain itu, Porang ini dapat tumbuh di ketinggian 0 – 700 mdpl sehingga memungkinkan untuk dibudidayakan di lahan hutan dengan tanaman lainnya.


Ternyata selain memiliki bergam jenis, tanaman porang juga memiliki manfaat yang cukup banyak sehingga memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Nah, Growers yuk kita bantu pendanaan untuk proyek porang dengan klik link ini, sebelum kebabisan.

(Visited 130 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *